IWAN FALS – PALESTINA

Palestine_Children_Freedom_Victory_Sign_Flag_Resistence_Intifada

PALESTINAIWAN FALS [Download .mp3]
PALESTINA….
BUKAN SOAL AGAMA…
INI HANYA SOAL TANAH SEMATA
SIAPA YANG TAK INGIN MERDEKA

ANAK SUCI PULANG
DIPELUKAN ORANG TUANYA
WAJAHNYA MASIH TERSENYUM
DIBAWA LARI ORANG-ORANG DI JALANAN

GAZA…GAZA..GAZA…
PANGGUNG SETAN PALING TEGA

GAZA…GAZA…GAZA..
TANK DILEMPAR BATU
PEREMPUAN KECIL PUKUL SERDADU
JET TEMPUR DI KETAPEL
DAN BOM-BOM HARI-HARI
Continue reading

PIDATO LENGKAP PETINGGI HAMAS ISMAIL HANIYAH

Ismail Haniya (net)
Ismail Haniya (net)

Laporan Khusus Wartawan Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Gaza

Menyikapi perkembangan terakhir yang terjadi di jalur Gaza, saat Zionis Israel semakin brutal dan membabibuta menyerang warga sipil, mantan Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniyah mengeluarkan pernyataan resmi atas nama Hamas yang disiarkan oleh media elektronik lokal Gaza pada Senin 23 Ramadhan 1435 bertepatan dengan 21 Juli 2014 pukul 18.00 Waktu Gaza.

Berikut isi pidato lengkap, Wakil Ketua Biro Politik gerakan perlawanan Hamas yang diterjemahkan oleh wartawan MINA, Muhammad Husein langsung dari Jalur Gaza, Palestina:

Kami adalah warga yang merangkul para pejuang kami. Mereka yang mempertahankan tanah air kami, Al-Quds dan Al-Aqsa kami. Para pejuang yang berani menantang kesombongan Zionis dan peralatan tempur mereka dalam rangka menjaga warga mereka.

Warga yang membayar keputusan berani mereka dengan darah suci. Yang telah mengambil keputusan untuk membebaskan diri dari penjajahan. Rakyat hari ini membayar tagihan-tagihan anak cucu mereka dan menegaskan bahwa di bumi ini terdapat bangsa yang menjaga eksistensi negara Palestina, di sini terdapat bangsa yang menjaga hak hak negaranya.

Inilah kejantanan, kepahlawanan, dan tanggung jawab. Sebuah masyarakat yang meski pun didera pembantaian, pembunuhan terhadap anak-anak dan keluarga mereka, rumah- rumah merka dihancurkan, namun mereka tetap berjalan keluar rumah-rumah mereka untuk mendukung para pejuang dan pasukan perlawanan. Continue reading

Dari Indonesia Untukmu Palestina

Gaza, SoA | Alhamdulillah bantuan kaum muslimin dari Indonesia yang diamanahkan ke Spirit of Aqsa, mulai diserahkan dan dibagikan kepada saudara-saudara kita yang menjadi korban serangan roket dan pesawat tempur penjajah Zionis [14/7/2014 – 12:10] 

 

Bantuan yang dikumpulkan dari sumbangan umat Islam di Indonesia ini, telah dikirim untuk gelombang pertama pada hari selasa (8/7/2014). Bantuan yang telah dikirim melalui salah satu lembaga amal di Gaza berjumlah 15 ribu USD. 

Menurut Abdullah Onim, relawan Indonesia untuk palestina yang sudah menetap disana. Bantuan belum bisa dibagi secara merata, karena pesawat tempur penjajah Zionis masih terus mengintai dan mengawasi setiap pergerakan kendaraan di Gaza. 

Semoga bantuan ini, akan sedikit meringankan beban saudara kita disana. In syaa Allah untuk pengiriman bantuan gelombang kedua akan dikrim pada 20 Ramadan. Serta gelombang ketiga pada akhir Ramadan. (Afatih/Red-ghi) 

Save Gaza, Save Aqsa, Save Palestine. “RAMADAN BULAN KEMENANGAN” Seruan Surga Dari Bumi Syam, Siapa Yang Menyambut? Berikan donasi terbaik kita untuk saudara kita di Gaza. REK. Peduli PALESTINA. BNI SYARIAH No Rek. 0263336655 an Bachtiar Nasir QQ Spirit of Aqsa. Contact Person: Maya 08159286168 Yura 08151645865 Witra 081210065949 Syukriwan 08551000879

Sumber : http://www.spiritofaqsa.org

 

Data: Tingkat Buta Huruf di Palestina Terendah di Dunia

Tepi Barat – Infopalestina: Data statistik yang disusun oleh Biro Pusat Statistik Palestina atau PCBS (Palestinian Central Bureau of Statistics) menunjukkan tingkat angka buta huruf di wilayah Palestina terendah di dunia, di mana hanya ada 126 ribu buta huruf orang dewasa di wilayah Palestina.

Demikian diumumkan Ola Awad, Penjabat Pelaksana Ketua PCBS, pada peringatan Hari Pemberantasan Buta Huruf Internasional yang jatuh pada hari Selasa (8/9). Dia menyatakan bahwa hal itu sesuai dengan definisi United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO), yang mendefinisikan bahwa orang yang buta huruf adalah orang yang tidak dapat membaca dan menulis kalimat sederhana tentang kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut Awad memaparkan indikator paling menonjol yang terkait dengan buta huruf di wilayah Palestina. Tingkat buta huruf antara individu-individu yang berusia 15 tahun ke atas 5,9% (2,9% pria dan 9,1% perempuan) pada tahun 2008. Sementara di negara-negara Arab 28,9% pada tahun-tahun 2005 – 2007 menurut data dari UNESCO Institute for Statistics (UIS). Jumlah buta aksara di dunia Arab (61) juta pada tahun yang sama. Di antaranya 39 juta perempuan, dengan proporsi buta huruf di kalangan perempuan hingga 38,5% dibandingkan 19,7% di kalangan laki-laki. Dan tingkat buta huruf seluruh dunia di antara individu-individu yang berusia 15 tahun ke atas 16,1%. Dengan jumlah buta aksara di dunia, kira-kira (774) juta orang, di antaranya 496 juta adalah perempuan. Di mana tingkat buta aksara antara laki-laki dewasa di dunia 11,6%, sementara di kalangan perempuan dewasa 20,6% untuk tahun yang sama.

Sebuah Pergeseran Kualitatif

Awad mengatakan telah terjadi pergeseran yang jelas pada tingkat buta aksara dalam dua belas tahun terakhir. Data-data menunjukkan terjadinya penurunan yang signifikan sejak tahun 1997 pada angka buta huruf; di mana angka buta aksara di antara individu yang berusia 15 tahun ke arah 5,9% pada tahun 2008, sementara pada tahun 1997 sebesar 13,9%. Ini berarti bahwa dari setiap 100 orang berusia 15 tahun ke atas terdapat 6 orang yang buta huruf.

Kecenderungan penurunan ini berlaku untuk kedua jenis kelamin; di mana di kalangan laki-laki turun dari 7,8% pada tahun 1997 menjadi 2,9% pada tahun 2008. Sementara di kalangan perempuan turun dari 20,3% menjadi 9,1% untuk periode yang sama. Penurunan tertinggi terjadi di kalangan laki-laki; di mana tingkat penurunan mencapai 62,8%, sementara di kalangan perempuan 55,2%.

Continue reading

Doktrin Talmud untuk tentara Yahudi

Di bawah ini adalah segelintir ayat-ayat Talmud yang dijadikan doktrin perang tentara Israel. Dalam peperangan, seorang tentara Israel wajib mendaras Talmud dalam kesempatan yang khusus. Terlebih di hari Sabbath (Sabtu).

– “Orang Yahudi diperbolehkan berdusta menipu Ghoyim (non-Yahudi)” (Baba Kamma 113a)
– “Semua anak keturunan Ghoyim sama dengan binatang, ” (Yebamoth 98a)
– “Seorang Ghoyim yang berbaik pada Yahudi pun harus dibunuh, ” (Soferim 15, Kaidah 10)
– “Barangsiapa yang memukul dan menyakiti orang Israel, maka ia berarti telah menghinakan Tuhan, ” (Chullin, 19b)
Continue reading

Adian Husaini : Mengalahkan Yahudi

Kebiadaban kaum Yahudi terhadap warga Palestina masih berlangsung. PBB sudah mengecam, Dunia Islam –melalui OKI– telah mengutuk dan mengajukan resolusi ke Dewan Keamanan PBB. Tapi semua itu kandas karena diveto Amerika Serikat (AS) dan Prancis. Di Indonesia, demo menentang perlakuan kejam Israel silih berganti. Hampir tak ada kata-kata lagi yang bisa menggambarkan kekejaman dan kekejian Yahudi Israel.

Anehnya, masih ada media massa di Indonesia yang menggunakan istilah ‘militan Palestina’ untuk pejuang Palestina. Istilah yang tidak disematkan kepada penguasa Zionis Yahudi dan para pendukungnya, yang terang-terangan membantai warga sipil Palestina. Terjadi stigmatisasi dan demonisasi, sehingga seolah-olah darah para pejuang Palestina memang ‘halal’ ditumpahkan dengan cara apa saja.

Seperti biasa, Yahudi tak menggubris suara dunia, apalagi suara umat dan dunia Islam. Sepertinya Israel sudah hafal irama respons kaum Muslim. Jika dibantai, dibunuh, dan dianiaya, mereka akan mengeluarkan resolusi atau kecaman. Paling jauh melakukan aksi demonstrasi, membakar bendera Israel dan AS. Setelah itu, diam.

Continue reading

Palestina Bantu kemerdekaan Indonesia

Tuesday, 13 January 2009

Kalau ada ribut-ribut di negara- negara Arab, misalnya di Mesir, Palestina, atau Suriah, kita sering bertanya apa signifikansi dukungan terhadap negara tersebut. Hari ini ketika Palestina diserang, mengapa kita (bangsa Indonesia) ikut sibuk?

Sebagai orang Indonesia, sejarah menjelaskan bahwa kita berhutang dukungan untuk Palestina dan negara arab lain.

Dari berbagai sumber yang diperoleh, Sukarno-Hatta boleh saja memproklamasikan kemerdekaan RI de facto pada 17 Agustus 1945, tetapi perlu diingat bahwa untuk berdiri (de jure) sebagai negara yang berdaulat, Indonesia membutuhkan pengakuan dari bangsa-bangsa lain. Pada poin ini kita tertolong dengan adanya pengakuan dari tokoh tokoh Timur Tengah, sehingga Negara Indonesia bisa berdaulat.

Continue reading